Langsung ke isi halaman
Logo Pondok Pesantren Al-Hidayah II Pondok PesantrenAl-Hidayah IIKarangploso, Malang Cek status Daftar sekarang
Al-Hidayah IIKarangploso, Malang
Daftar sekarang
Tempat belajar, berproses, dan bertumbuh menuju generasi islami yang cerdas dan beradab.

Tentang kami

Profil pondok

Di bawah naungan Yayasan Taman Pendidikan Islam Al-Hidayah, Donowarih, Karangploso, Malang.

Al-Maghfurlah Kyai Ismail Arif

Pendiri

Al-Maghfurlah Kyai Ismail Arif

bin Raden Pakunegoro

Mendirikan Pondok Pesantren Al-Hidayah pada tahun 1971, sekaligus pendiri Yayasan Taman Pendidikan Islam (YTPI) Al-Hidayah.

Berdiri
1971
Yayasan
YTPI Al-Hidayah
Paham
Ahlussunnah wal Jama'ah
Santri putri di dalam Masjid Agung Al-Hidayah

Selayang pandang

Pembelajaran berpaham Ahlussunnah wal Jama'ah, dengan tujuan mengedepankan akhlak dan ilmu.

Pondok Pesantren Al-Hidayah II berada di bawah naungan Yayasan Taman Pendidikan Islam Al-Hidayah dan diasuh oleh Gus Muhammad Aqib, S.Pd.I dan Bu Nyai Siti Munifah.

Visi

Terwujudnya santri yang beriman, bertaqwa, berilmu, berakhlaqul karimah, dan berakidah Ahlussunnah wal Jama'ah.
Gus Muhammad Aqib, S.Pd.I

Pengasuh

Gus Muhammad Aqib, S.Pd.I

Bersama Bu Nyai Siti Munifah

Lahir di Blitar, 14 Desember 1986, putra dari Kyai Imam Mujahid dan Bu Nyai Munawaroh. Sejak kecil beliau dididik untuk selalu istiqomah dalam beribadah maupun mengerjakan sesuatu.

Baca kisah lengkap

Pendidikan pertamanya di Madrasah Ibtidaiyah Tholabuddin Landungsari Blitar, dilanjutkan di Madrasah Tsanawiyah Tholabuddin Landungsari Blitar.

Beliau kemudian belajar di Pondok Pesantren Appisanan Nggondang Blitar yang didirikan oleh Kyai Shodiq Daman Huri dan diasuh oleh putranya, Kyai Imam Nahrowi. Setelah itu beliau kuliah di STAI Ma'had Aly Al-Hikam dan mengabdi di sana selama 4 tahun hingga meraih gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam.

Saat KKM di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, beliau mendapati Pondok Pesantren Al-Hidayah yang didirikan oleh Al-Maghfurlah Kyai Ismail Arif bin Raden Pakunegoro dan diasuh oleh Kyai Abdurrohim beserta istrinya, Bu Nyai Siti Munifah. Di tengah masa KKM, beliau dipanggil oleh Bu Nyai Sholihah, putri Kyai Ismail, yang bermaksud menjodohkan beliau dengan Ning Adibah Azzakiyah, putri Bu Nyai Siti Munifah dan Kyai Abdurrohim. Gus Muhammad Aqib menerima tawaran tersebut, dan kemudian diminta oleh Kyai Abdurrohim untuk menjadi pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah.

Siap menjadi bagian dari Al-Hidayah II?

Isi formulir langsung dari HP. Panitia membantu lewat WhatsApp bila ada yang kurang jelas.

Daftar sekarang